Rabu, 05 Oktober 2011

Tips & Proses Pembuatan Video ( Video Recording ) Interaktif untuk Company Profile


1. Riset (Research)

Terlebih dahulu anda harus menggunakan mengadakan penelitian tentang perusahaan klien sebelum anda membuat video perusahaan. Riset bisa dengan cara :
· Wawancara dengan karyawan dan direksi
· Wawancara dengan Klien Perusahaan
· Membaca buku & brosur profil perusahaan
· Membuka website perusahaan
· Foto-foto dll.
Yang penting anda harus mendapatkan data berupa angka, teks dan gambar. Tentu saja data tersebut bukan yang bersifat rahasia, namun yang bersifat umum. Dengan demikian anda akan mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan tersebut, sehingga anda bisa merasakan dan menjiwai semangat kerja di perusahaan tersebut. Untuk melakukan riset memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu.



2. Konsep Video Profil Perusahaan

Setelah anda mempunyai bayangan umum terhadap perusahaan tersebut, kini anda seharusnya cukup percaya diri punya banyak bekal pertanyaan untuk sang klien. Tahap ini lebih banyak bertukar pikiran antara perusahaan / klien dan anda sebagai pembuat CD-i. Pembuat CD-i harus mengerti teknis dan detail pengerjaan CD-i agar keinginan klien bisa terpenuhi. Yang lebih penting keinginan klien bisa ditampung pihak pembuat CD-i. Namun tidak selalu keinginan klien kita terima 100%, akan lebih baik jika pihak pembuat CD-i bisa memberikan masukan berupa ide cerita, audio visual yang kreatif dll.
Setelah berdiskusi panjang lebar, pihak pembuat CD-i bisa segera membuat skenario (berupa struktur CD-ini dan storyboard), sekaligus menghitung harga pembuatan proyek CD-i ini.

a. Struktur Menu
Struktur menu CD-i lebih mirip flow chart. Interface terdiri dari tombol, teks, gambar, suara dll, agar pengguna bisa menggunakan CD-i dengan mudah, komunikatif dan menyenangkan. Dari Struktur menu ini bisa terlihat seberapa rumit proyek CDi anda.
b. Storyline
Storyline lebih mirip cerita pendek. Storyline dibuat jika ada pembuatan video profile dalam CD-i. Oleh karena itu perlu ide cerita yang kreatif, konsep visual yang menarik, teks yang informatif, komunikatif, sehingga menjadi Skenario yang berkesan bagi yang menyaksikannya.
Proses pembuatan Video Company Profile adalah tahap yang paling rumit, biaya produksi tertinggi ada di tahap ini. Ada baiknya anda buat juga versi VCD / VideoCD nya selain CDi agar bisa dijalankan di CD/DVD Player rumahan tanpa harus selalu menggunakan komputer

Tips saat video shooting:
· Namun lebih baik anda mengambil juga data / properti di luar skenario, siapa tahu ada perubahan skenario atau desain yang memerlukan data / properti tersebut. Mumpung di tahap ini anda mendapatkan izin untuk melihat-lihat kondisi dan seluk beluk kantor tersebut.
· Rekam setiap divisi / bagian / departemen dari segi ruangan, produk dan karyawannya.
· Bila anda tidak mempunyai peralatan video shooting bisa menyewa ke video shooting untuk pernikahan.
· Siapkan cadangan baterai dan kaset / DV yang baru.
· Ambil adegan minimal 3x dari berbagai sudut agar anda bisa memilih stockshot terbaik.
· Ambil adegan dari 3 sudut pandang: Close Up, Medium Shot dan Long Shot
· Gunakan Teknik pergerakan kamera seperti Pan, Ped, Tilt, Dolly, Zoom, Truck, Arc dll agar video lebih dinamis.
· Untuk shooting luar ruang cahaya terbaik adalah pukul 8-9 pagi dan 3-4 sore. Jika shooting pukul 11-13 siang, bayangan akan terlalu kuat dan menutupi objek yang dishoot.
· Jangan gunakan rekaman video dari Camera / Foto Digital, karena intensitas cahaya, codec dan resolusi berbeda dengan Camcorder DV. Jika anda mencampuradukkan videonya akan terlihat jelas perubahan nuansanya.
· Anda sebagai sutradara berkewajiban mengatur aktor, kameramen dan pengkondisian suasana ruangan.
· Persiapkan shoot untuk menempatkan objek sepertiga dari area shoot, nantinya untuk penempatan teks saat editing di komputer.
· Umumkan jadwal Shooting ke seluruh pimpinan dan staf perusahaan, agar mereka siap dan tidak kaget menghadapi camera dan tim anda.
· Tokoh perusahaan seperti direktur, komisaris dll, usahakan tampil dan berbicara secara tegas, bersemangat tentang kualitas perusahaannya. Selain ucapan gunakan juga bahasa tubuh seperti gerakan tangan, langkah kaki, gerakan kepala dan senyuman.
· Jika ada karyawan wanita yang berpenampilan menarik, bisa anda ‘manfaatkan’ sebagai aktor untuk adegan seperti bersalaman, menelepon, mengetik, menyambut tamu, presentasi dll.
· Jika di perusahaan tersebut tidak ada yang cantik, anda bisa mengajak rekan anda, menyewa dari agen model, sekolah sekretaris dll. Untuk urusan ini anda tentu lebih tahu.
· Tips dan trik lain tentang shooting silakan tanya orang yang ahli tentang penyutradaraan atau jasa video shooting profesional.




14 LANGKAH MEMBUAT FILM SENDIRI


Akhir-akhir ini, banyak yang memprotes para produsen sinetron Indonesia yang dianggap telah kehilangan daya kreatif sehingga akhirnya menyadur film yang diproduksi orang luar. Tapi, sebenarnya, bagaimana sih cara membuat film itu? Posting ini bukan sebuah pembelaan, dan bukan pula sebuah hujatan baru. Hanya ingin menunjukkan… Begini lho, caranya membuat film. Hitung-hitung, sebagai materi tambahan buat anak-anak saya di sekolah…

Pada dasarnya, membuat film itu dapat dibagi ke dalam 14 tahapan. Apa saja?

1. IDE

Idealnya, IDE ini harus unik dan original. Tapi, memutuskan untuk menyadur sebuah karya orang lain itu juga termasuk sebuah IDE lho… Untuk mencari IDE, banyak cara yang bisa dilakukan. Melakukan pengamatan terus-menerus, jalan-jalan ke tempat yang aneh dan belum pernah didatangi manusia, nangkring di pohon asem di pinggir jalan sambil mengamati kendaraan yang lalu lalang, atau bahkan duduk santai di sebuah food court di suatu plaza atau mall. Melamun sendirian di dalam kamar juga bisa mendatangkan ide, kok…

2. Sasaran

Setelah mendapatkan IDE, tentukan sasaran dari film yang akan dibuat. Koleksi pribadi? Murid SMU? Komunitas S&M? Para Otaku? Para Blogger? Siapa yang akan menonton film itu nantinya? Itu juga harus ditentukan dengan jelas di awal. Jangan sampai terjadi, film tersebut ditujukan untuk anak SMU tapi karena tidak disosialisasikan dengan jelas, akhirnya dipenuhi adegan berantem penuh darah ala 300



3. Tujuan

IDE dan Sasaran sudah ditetapkan. Yang harus dipastikan selanjutnya adalah tujuan pembuatan film. Ingin menggugah nasionalisme seperti Naga Bonar? Ingin menyampaikan pesan terakhir sebelum nge-bom? Ingin mendapatkan kepuasan pribadi seperti pembuatan film Passion of the Christ? Apa?

4. Pokok Materi

Berikutnya adalah menyusun pokok materi. Apa sih pesan yang ingin disampaikan? Ungkapan cinta? Sekedar pesan mengingatkan bahaya merokok?

5. Sinopsis

Sinopsis adalah ringkasan yang menggambarkan cerita secara garis besar. Semacam ide awal gitu loh. Dari sinopsis ini, nantinya bisa dikembangkan menjadi cerita yang lebih detil.

6. Treatment

Tahapan ini adalah penggambaran adegan-adegan yang nantinya akan muncul dalam cerita. Tidak mendetil. Contoh treatment itu seperti ini…

Ada seorang perokok yang sedang merokok dengan santainya. Kemudian tiba-tiba dia batuk-batuk dengan hebat dan agak lama. Sebelum beranjak pergi, orang itu membuang rokoknya sembarangan. Tiba-tiba muncul api…

7. Naskah

Naskah adalah bentuk mendetil dari cerita. Dilengkapi dengan berbagai penjelasan yang mendukung cerita (seting environment, background music, ekspresi, semuanya…). Contoh naskah itu, seperti ini…

FS. Ali mengayuh becak. Ais duduk merenung, tidak mempedulikan Ali yang bolak-balik menatapnya.

Ali : Dak usah dipikir lah, Mbak…

Ais : (kaget) Heh? Apa, Bang?

8. Pengkajian

Pengkajian disini, adalah yang dilakukan oleh seorang ahli isi (content) atau ahli media. Yang dikaji, adalah apakah naskahnya sudah sesuai dengan tujuan semula? Dan hal-hal yang mirip seperti itu…

9. Produksi Prototipe

Proses ini dibagi jadi 3 sub-tahap, yaitu pra-produksi (penjabaran naskah, casting pemain, pengumpulan perlengkapan, penentuan dan pembuatan set, penentuan shot yang baik, pembuatan story board, pembuatan rancangan anggaran, serta penyusunan kerabat kerja), produksi (pengambilan gambar sesuai dengan naskah dan improvisasi sutradara), purna-produksi (intinya adalah editing).

10. Uji coba

Uji coba ini dilakukan dengan memutar prototipe di hadapan sekelompok kecil orang. Kalau produsen film besar, biasanya melakukan ini di hadapan para kritikus. Tujuannya adalah untuk mengetahui respon dari calon audiens.

11. Revisi

Setelah ada respon, maka dilakukan perubahan jika diperlukan. Karena itu lah, banyak film yang memiliki deleted scenes. Itu diakibatkan proses uji coba dan revisi ini.

12. Preview

Preview itu adalah pemutaran perdana, di hadapan para ahli isi, ahli media, sutradara, produser, penulis naskah, editor, dan semua kru yang terlibat dalam produksi. Tujuan dari preview ini adalah untuk memastikan apakah semuanya berjalan lancar sesuai rencana atau ada penyimpangan. Bisa dikatakan, bahwa preview ini adalah proses pemeriksaan terakhir sebelum sebuah film diluncurkan secara resmi.

13. Pembuatan Bahan Penyerta

Bahan Penyerta itu adalah poster iklan, trailer, teaser, buku manual (jika film yang dibuat adalah sebuah film tutorial), dan lain sebagainya yang mungkin dibutuhkan untuk mensukseskan film ini.

14. Penggandaan

Tahap terakhir adalah penggandaan untuk arsip dan untuk didistribusikan oleh para Joni (ini terjadi pada jaman dulu kala, waktu format film digital masih ada di angan-angan).

Nah, demikian lah proses produksi sebuah film. Dari awal sampai akhir, siap untuk didistribusikan. Jadi, apa lagi yang ditunggu? Mari kita produksi film-film berkualitas agar tidak dikatakan bahwa sineas Indonesia telah kehilangan kreatifitas dan tidak bisa memproduksi karya orisinil lagi. SEMANGAT!!!

Minggu, 02 Oktober 2011

Cara Menggunakan Final Cut Pro


Final Cut Pro adalah sebuah aplikasi software Profesional non-linear editing dikembangkan oleh Macromedia Inc. dan selanjutnya Apple Inc. Final Cut Pro 7 bekerja di komputer personal Mac powered by Mac OS X version 10.5.6 atau versi yang lebih baru dan menggunakan Intel processors. Ini sebuah modul dari produk Final Cut Studio. Software ini mempermudah pengguna untuk log dan capture video ke hard drive (internal maupun eksternal) dimana software ini bisa menyunting, memproses, dan outputnya bisa dalam berbagai variasi format
Diawal 2000an, Final Cut Pro mulai mengembangkan dan memperluas pengguna baru, terutama penghobby video dan pembuat film independent. Beberapa tahun belakangan, mencari kelemahan dengan film dan editor TV yang memakai Avid Technology's Media Composer. Berdasarkan study SCRI pada 2007, final cut menguasai 49% pasar pengguna editor profesional Amerika,dan Avid 22%. Survey 2008 oleh American Cinema Editors Guild placed pengguna Final Cut Pro 21% (meningkat dari survey sebelumnya oleh group ini) dan sisanya tetap dengan Avid system.


Fitur
Final Cut Pro menyediakan non-linear, non-destructive editing dari QuickTime kompatibel format video termasuk DV, HDV, P2 MXF (DVCProHD), XDCAM, and 2K format film. Ini di mendukung komposisi track video secara serempak (sebagian besar dibatasi oleh format video dan kapabilitas hardware) mencapai 99 audio track, multicamera editing untuk kombinasi video dari multiple camera, seperti halnya standard ripple, roll, slip, slide, scrub, razor blade and time remapping fungsi edit. Ini termasuk cakupan video transisi dan cakupan video dan audio filter seperti keying tools, mattes dan vocal de-poppers dan de-essers. Dan juga memiliki 3jalur manual color correction filter, videoscopes dan selection of generators, seperti slugs, test cards dan noise.
Versi terbaru dari Final Cut Pro adalah versi 7. Dianggap berintegrasi paling baik dengan aplikasi professional Apple lainnya dan peningkatan dukungan codec untuk editing HD, DV dan SD video formats, termasuk encoding presets untuk device seperti iPod, Apple TV, dan Blu-ray discs. Teknologinya disebut DynamicRT dikembangkan dari RT Extreme technology yang dirilis bersamaan dengan Final Cut Pro 4. DynamicRT memudahkan multistream effect architecture secara real-time, yang mana untuk pengaturan kwalitas gambar dan frame rate saat diputar bisa diatur untuk menjaga efek secara realtime. Contoh : saat memutar video berkapasitas besar secara simultan ini akan berjalan secara realtime, rubah ke dalam mode yang akan menurunkan kwalitas saat diputar, maka semua preview akan ditampilkan secara realtime. Komputer mampu mengembalikan ini secara otomatis kekwalitas asli (jika video ini disaksikan terus-menerus). Final Cut Pro juga mendukung format video yang tercampur (antara resolusi dan framerate) di timeline dengan dukungan realtime.

Final Cut Express
Di tahun 2003, Apple meluncurkan Final Cut Express, versi yang lebih murah dari Final Cut. Ini menggunakan penghubung yang sama dengan Final Cut Pro, tapi memiliki banyak kekurangan untuk tool spesifikasi film dan untuk pilihan setingan tingkat mahir, fitur yang sedikit untuk editor non-profesional.
Pada Januari 2005, Soundtrack dan LiveType, sebelumnya hanya tersedia di Final Cut Pro, telah ditambahkan ke Final Cut Express, dan penambahan fitur untuk menyunting gambar HDV. Soundtrack sebelumnya telah dihapus dengan Final Cut Express 4. Projek Final Cut Express bisa di import ke Final Cut Pro tapi tidak untuk sebaliknya.


Interface
Tampilan Final Cut Pro, terlihat jendela Viewer, Browser, Timeline, dan Canvas.
Final Cut (Pro maupun Express) didesain sederhana (non-computerised) dengan alur kerja editing, dengan empat jendela utama mengorganisir metode tried-and-trusted, melihat dan menyunting kaset atau media film.
Browser adalah tempat dimana bahan media file (klip) terdapat.
Viewer berfungsi untuk menyimak dan memotong, ini merupakan tiruan monitor untuk system editing berbasis kaset.
Canvas merupakan tiruan 'programme' monitor di systems, dimana materi editing dapat disimak.
Timeline, tempat dimana media dipotong bersamaan (disusun) kedalam sequence, merupakan tiruan dari editing film atau master kaset dari system terdahulu. Juga terdapat jendela toolbox kecil dan dua indikator audio level untuk channel audio kanan dan kiri.
Diantara Viewer dan Canvas terdapat shuttle interface (untuk variable kecepatan, fordward atau backward dalam klip) dan Jogging interface (untuk ketelitian frame per-frame).

Browser
Jendela Browser Final Cut Pro.
tabs paling atas membantu pengguna dalam beberapa 'project bins' atau Effect bin. Juga untuk peringatan disclosure arrows ke bagian kiri dari ikon bin yang membantu pengguna dalam navigasi menuju level multiple bin dan klip.
Sebagai aplikasi editing digital Non-liniar, Browser tidak terhubung ke system file komputer. Ini keseluruhannya adalah ruang virtual untuk refrensi klip, dan berfungsi untuk kemudahan akses, dapat disusun dalam folder yang disebut bin. Berisi refrensi klip yang terdapat di media drive computer, jika file aslinya dipindahkan atau dihapus akan merusak link antara isi Browser dan media sebenarnya. Hasilnya akan terjadi situasi yang disebut 'media offline' dan harus dikoneksikan kembali. Final Cut Pro dapat mencari media itu sendiri atau pengguna mengkoneksikan kembali secara manual. Saat beberapa klip offline bersamaan, Final Cut dapat mengkoneksikan kembali semua file secara bersamaan jika satu file terkoneksi dan file yang lain lokasi penyimpanannya sama dengan file pertama.
Browser memiliki sebuah 'effects' tab yang berisi video transisi dan filter dapat dijelajah dan di drag kedalam klip atau di sela-sela pertemuan dua klip


Canvas
Jendela Canvas. Centang hijau (atas tengah) mengindikasikan level luma dan chroma masih dalam broadcast-safe.
Canvas menunjukan gambaran isi timeline. Untuk menambahkan klip ke timeline, selain dengan cara mendrag file tersebut ke timeline, klip juga bisa di-drag dari Browser atau Viewer kedalam Canvas, itu dinamakan 'edit overlay'. Edit Overlay memiliki tujuh zona tumpukan, klip dapat di drag untuk menujukan editan yang berbeda. 'Overwrite' edit, situasi ini akan terjadi saat file yang di-drag ke timeline menumpuk file yang sebelumnya. 'Insert' edit, file yang di drag ke time line membuat ruang sendiri dengan membelah dan secara otomatis menggeser file yang sudah ada tanpa menumpuk atau menghilangkannya. 'Replace' edit, menggantikan klip di timeline dengan klip yang baru di-drag. 'Fit to fill' edit penjelasannya sama, tapi saat bersamaan ini juga mengatur kecepatan playback dari klip yang di-drag, dan semua itu akan tepat dengan ruang yang tersedia di timeline. Terakhir adalah 'superimpose' edit yang secara otomatis men-drop klip diatas track (di timeline) dengan durasi sama dengan klip dibawahnya. Kecuali jika in atau out point sudah di set, semua akan sesuai keinginan dari posisi playhead di timeline.
Menggunakan wireframe view di Canvas, klip bisa memanipulasi secara langsung, men-dragnya disekitar Canvas untuk mengganti posisi, contohnya untuk merubah ukuran. Kontrol pengaturan yang tepat untuk ini ada di viewer.

Viewer
Jendela Viewer.
Viewer mempunyai tab untuk masing-masing channel klip yang diseleksi. Audio tab, disini waveform audio dapat dilihat, volumenya pun dapat diisi keyframe. Filter tab, didalamnya terdapat efek video yang settingannya dapat diatur dan di-keyframe. Jika yang diseleksi adalah generator (contohnya oval shape), dikontrol tab tersedia untuk merubah geometrical properties. Terakhir tab motion berisi tool untuk mengatur skala, opacity, cropping, rotasi, distorsi, , drop shadow, motion blur dan time remapping property. Mini timeline disebelah kanan parameter memudahkan memasangkan keyframe untuk property.


Timeline





Jendela Timeline. Klip dapat di-edit bersamaan di dalam timeline yang disebut sequence. Sequence dapat dipasang di samping sequence lainnya, itu membuat filter atau transisi dapat dipasang ke klip yang di-group. Timeline Final Cut Pro bisa sampai 99 video track yang terus menumpuk keatas.

SUMBER : http://www.traxvideo.net/search?q=FINAL+CUT+PRO

Apple Umumkan Final Cut Pro X

 

Apple Umumkan Final Cut Pro X


Apple mengatakan kalau Final Cut Pro X akan rilis pada bulan Juni nanti. Disebutkan rilis ini akan dilakukan di Mac App Store tanpa disebutkan keterlibatan Final Cut Studio atau Final Cut Express.

Apple memperkenalkan versi baru dari Final Cut ini di  Final Cut Pro Supermeet yang berlangsung di ajang NAB 2011 di Las Vegas. Dikatakan bahwa Final Cut Pro X ini merupakan pembaruan dari versi lama yang muncul di 1999. Apple yakin bahwa mayoritas pekerja televisi dan pembuat film akan bergantung pada FCP untuk kebutuhan edit video.

FCP X dibuat dengan teknologi seperti yang dipakai pada Cocoa, Core Animation, Open CL atau Grand Central Dispatch yang fokus utamanya adalah kualitas image yang dihasilkan. FCP X memungkinkan user untuk melakukan edit video bersamaan dengan proses import.

Apple sepertinya memang benar-benar telah mendesain ulang FCP X secara total, berbeda dengan versi sebelumnya. Smart collections yang ada sangat mirip dengan iMovie sedangkan UI elements terlihat sama dengan yang ada iLife application.

Fitur lain yang bisa ditemui di FCP X:

- Menampilkan media yang ada d browser melalui film strip view. User bisa customize agar media berjalan lebih dulu dari timeline.
- 4 window setup yang sebelumnya ada kini menjadi 3 window. Browser kini dilengkapi dengan viewer built-in.

- Fitur Auditioning untuk mengumpulkan opsi selama proses edit agar bisa dipilah lain waktu atau setelah proses edit selesai.

- User nantinya juga akan menemukan fitur instant render di background yang tidak akan mempengaruhi proses edit.

sumber : http://apple.gopego.com/full/2011/04/apple-umumkan-final-cut-pro-x